Detail Cantuman Kembali
pemberian saponin polong akasia (Acacia Mangium) dengan dosis salinitas yang berbeda sebagai Anestesi ikan betok zebra (Dascyllus aruanus)
Meningkatnya permintaan konsumen untuk ekspor ikan hias, membuat para nelayan berusaha untuk memenuhi permintaan tersebut. Alat penangkapan yang banyak digunakan nelayan untuk menangkap ikan hias yaitu potas. Karena potas berdampak merusak lingkungan ekosistem perairan tersebut terutama terumbu karang. Oleh sebab itu diperlukannya alternatif lain untuk menggantikan potas. Salahsatu yang dapat menggantikan potas yaitu saponin. Salahsatu saponin yang bisa digunakan yaitu berasal dari ekstrak polong akasia (Acacia mangium). Hewan uji yang digunakan yaitu ikan betok zebra (Dascyllus aruanus), sebellum diuji ikan ditampung dan diakllimatisasi terlebih dahulu. Perlakuan yang diberikan yaitu dosis (1, 1,5 , 2 ppm) dan salinitas (25.30,35 ‰). Menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial. Pengamatan yang dilakukan durasi lama waktu ikan betok zebra untuk pingsan dan pulih. Melihat respon yang diberikan ikan betok zebra setelah dipapari ekstrak polong akasia. Data diuji dengan menggunakan uji anova dan di lanjut dengan Uji Turkey. dalam penelitian ini mendapatkan hasil bahwa pada perlakuan dosis 2ppm dan salinitas 35‰ waktu yang paling cepat dibutuhkan ikan betok zebra untuk pingsan.
625.14.09 Put P
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2013
Surabaya
xii, 37 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...







